Umeboshi: Plum Jepang Legendaris Wajib Coba

Shoya Ace


Umeboshi: Plum Jepang Legendaris Wajib Coba - Kalau mendengar kata Jepang, mungkin akan terbayang makanan seperti sushi dan ramen. Tapi, tahu gak sih kalau Jepang punya banyak makanan tradisional yang unik, yaitu Umeboshi. (Credit photo by wikimedia)

 

Apa itu Umeboshi (梅干し)?


Umeboshi, mungkin terdengar asing bagi beberapa orang di luar Jepang, adalah salah satu makanan tradisional Jepang yang memiliki rasa unik dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Umeboshi dibuat dari buah plum Jepang yang diawetkan dan diasinkan. Buah plum ini kemudian dikeringkan dan difermentasi dengan garam, sering kali dengan tambahan daun shiso merah untuk memberikan warna dan rasa yang khas.

 

Umeboshi (梅干し), secara harfiah berarti plum kering, adalah buah ume yang diasinkan di Jepang. Kata umeboshi sering diterjemahkan sebagai plum Jepang yang diasinkan atau plum yang diawetkan. Ume (Prunus mume) adalah spesies pohon berbuah dalam genus Prunus, yang sering disebut "plum," tetapi sebenarnya lebih erat hubungannya dengan aprikot. Ume yang diasinkan tanpa dikeringkan disebut umezuke (梅漬け).

 

Selain itu, umeboshi adalah jenis tsukemono (buah asam atau asin yang diawetkan atau difermentasi) Jepang yang populer dan sangat asam dan asin. Ada juga varian umeboshi manis yang dibuat dengan madu. Biasanya, umeboshi disajikan sebagai hidangan pelengkap untuk nasi atau dimakan dalam onigiri (nasi berbentuk bulat, sering kali tanpa menghilangkan bijinya) untuk sarapan dan makan siang. Kadang-kadang juga disajikan dengan direbus atau diolah untuk makan malam.

 

Asal Mula dan Sejarah Umeboshi (梅干し)


Umeboshi adalah salah satu makanan tradisional Jepang yang memiliki sejarah panjang dan akar budaya yang dalam. Asal mula umeboshi dapat ditelusuri kembali ke ribuan tahun yang lalu, dimulai dari buah ume (Prunus mume), yang juga dikenal sebagai prem atau plum Jepang.

 

Pertama-tama, penting untuk mencatat bahwa buah ume bukanlah plum dalam arti sebenarnya, meskipun dalam bahasa Jepang mereka sering disebut sebagai "plum Jepang." Buah ume lebih dekat secara botani dengan aprikot. Buah ini tumbuh di pohon ume yang populer di Jepang dan ditanam untuk diambil buahnya.

 

Sejarah umeboshi dihubungkan dengan upaya awal untuk mengawetkan makanan dalam kondisi tanpa pendingin di zaman kuno. Proses pengasaman dan pengawetan buah ume dengan garam menjadi solusi alami untuk menjaga makanan tetap tahan lama. Dalam kondisi alami, umeboshi mengandung garam dan keasaman yang cukup tinggi untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme yang merusak.

 

Selama berabad-abad, umeboshi berkembang menjadi makanan yang umum di konsumsi di Jepang. Awalnya, umeboshi digunakan dalam makanan sebagai pengawet, cadangan makanan, dan sumber gizi selama musim dingin atau perjalanan panjang. Namun, dengan waktu, rasa asam, asin, dan unik umeboshi menjadi bagian penting dari budaya kuliner Jepang.

 

Umeboshi juga dianggap memiliki manfaat kesehatan, terutama dalam membantu pencernaan dan memberikan rasa segar saat cuaca panas. Oleh karena itu, umeboshi sering dimasukkan dalam bento (kotak makan siang) sebagai sisi atau pengawet makanan.

 

Secara keseluruhan, umeboshi (梅干し) adalah produk hasil dari kearifan tradisional Jepang dalam pengawetan makanan alami. Sejarah dan nilai budayanya menjadikan umeboshi sebagai makanan yang istimewa dan penting dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.


 

Keuntungan dan Manfaat Makan Umeboshi untuk Kesehatan

 

Selain kelezatannya, makan umeboshi juga memiliki beberapa manfaat kesehatan yang menarik. Umeboshi dianggap memiliki efek alkalin pada tubuh, membantu menjaga keseimbangan pH dan meningkatkan pencernaan. Selain itu, umeboshi juga mengandung asam sitrat yang dapat membantu menghilangkan kelelahan dan memberikan dorongan energi. Lebih detail, Umeboshi memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, antara lain:

 

Meningkatkan Pencernaan

Kandungan asam organik dalam umeboshi, seperti asam sitrat dan asam malat, dapat membantu meningkatkan pencernaan dengan merangsang produksi enzim pencernaan dan meningkatkan peristaltik usus.

 

Mengandung Antioksidan

Umeboshi mengandung senyawa fenolik dan antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit degeneratif.

 

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan vitamin C dalam umeboshi dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.

 

Menjaga Keseimbangan Asam-Basa

Umeboshi dianggap memiliki sifat alkalis yang dapat membantu menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh, sehingga membantu mengurangi risiko gangguan asam-basa.

 

Mengurangi Mual

Umeboshi sering dikonsumsi untuk mengurangi mual atau gangguan pencernaan ringan karena sifat asamnya yang dapat membantu mengurangi rasa mual.

 

Menurunkan Tekanan Darah

Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa ekstrak Ume memiliki suatu efek yang biasanya disebut efek hipotensif yang membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

 

Namun, penting untuk diingat bahwa umeboshi juga mengandung tingkat garam yang cukup tinggi karena proses pengasinan. Oleh karena itu, konsumsi umeboshi dalam jumlah moderat adalah penting, terutama bagi individu dengan tekanan darah tinggi atau masalah kesehatan terkait garam. Sebelum mengubah pola makan atau mengambil suplemen, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan.

 

Macam-macam Umeboshi (梅干し)

 

Terdapat beberapa variasi umeboshi yang dapat dinikmati. Ada umeboshi yang dibuat hanya dengan garam dan buah plum, sementara variasi lainnya mungkin memiliki tambahan rempah-rempah atau bumbu untuk memberikan rasa yang berbeda. Beberapa umeboshi juga dibuat dengan metode pengeringan yang berbeda, menghasilkan tekstur dan rasa yang beragam. Lebih lengkapnya, sebagai berikut:

 

Umeboshi Biasa

Umeboshi yang paling umum terbuat dari ume yang diasinkan dengan garam dan kemudian dikeringkan. Biasanya memiliki rasa asam dan asin yang kuat.

 

Umeboshi Manis

Umeboshi ini dibuat dengan menambahkan gula atau madu selama proses pengasinan, sehingga menghasilkan rasa manis yang lebih seimbang dengan rasa asam dan asin.

 

Umeboshi dengan Rempah-Rempah

Beberapa variasi umeboshi dapat memiliki tambahan rempah-rempah seperti bubuk cabai, daun shiso, atau jahe untuk memberikan rasa dan aroma yang lebih kompleks.

 

Umeboshi Hijau (Ao Umeboshi)

Umeboshi hijau dibuat dengan menggunakan ume yang masih belum masak sepenuhnya, sehingga memiliki warna yang lebih terang dan rasa yang lebih ringan dibandingkan umeboshi biasa.

 

Umeboshi Hitam (Kuromame Umeboshi)

Umeboshi hitam dibuat dengan menggunakan jenis ume yang lebih gelap, biasanya memiliki rasa yang lebih kuat dan aroma yang berbeda.

 

Umeboshi dengan Biji (Karikari Umeboshi)

Beberapa umeboshi dibuat dengan menyimpan biji ume di dalamnya. Ini memberikan tekstur yang renyah ketika dimakan.

 

Umeboshi Tumbuk (Umeboshi Bento)

Umeboshi tumbuk adalah umeboshi yang dihancurkan menjadi pasta dan digunakan sebagai bahan untuk berbagai hidangan seperti bentō (kotak makan siang).

 

Credit Image Umeboshi bentuk Pasta


Cara Membuat Umeboshi

 

Proses pembuatan umeboshi memerlukan waktu dan keterampilan yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membuat umeboshi (梅干し):

 

Bahan-bahan yang Diperlukan

  • Buah ume yang segar dan matang
  • Garam
  • Daun shiso (opsional)


Langkah-langkah 

  1. Pilih buah ume yang segar, matang, dan belum terlalu lembek. Cuci buah ume dengan air bersih dan biarkan mengering.
  2. Belah buah ume dengan pisau dan buang bijinya. Beberapa resep membiarkan biji tetap ada, tergantung pada preferensi.
  3. Taburi setiap buah ume dengan garam secukupnya. Garam akan membantu dalam proses pengasinan dan fermentasi. Pastikan garam merata di seluruh buah.
  4. Susun buah ume dalam lapisan di dalam wadah yang kedap udara atau bejana pengasinan. Tutup rapat dan biarkan selama beberapa jam atau semalam agar garam meresap ke dalam buah.
  5. Jika Anda ingin menambahkan rasa dan warna khas, letakkan beberapa daun shiso yang dicuci dan dikeringkan di antara lapisan buah ume. 
  6. Setelah meresap, buah ume yang telah diasin dan ditambahkan daun shiso dapat dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan. Tekan buah ume agar merapat satu sama lain untuk menghilangkan udara yang tertinggal.
  7. Penyimpanan dan Fermentasi: Tutup wadah secara rapat dan simpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap. Buah ume akan mengalami proses fermentasi yang memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada suhu dan kondisi lingkungan.
  8. Pengeringan (Opsional): Setelah mencapai tingkat keasinan yang diinginkan, Anda bisa memilih untuk mengeringkan buah ume di bawah sinar matahari atau di tempat yang hangat dan kering. Ini akan membuat umeboshi lebih awet dan tahan lama.
  9. Setelah umeboshi selesai, Anda bisa menikmatinya dengan nasi atau makanan lain, atau menyimpannya untuk digunakan dalam berbagai hidangan. Ingatlah bahwa pembuatan umeboshi memerlukan waktu dan kesabaran karena melibatkan proses fermentasi yang alami.

 

Penutup


Dengan citarasa asam, asin, dan agak manisnya, serta manfaat kesehatan yang ditawarkan, umeboshi menjadi salah satu makanan yang khas dan menggugah selera dalam budaya kuliner Jepang. Bagi pecinta masakan Jepang atau mereka yang ingin mengeksplorasi rasa baru, mencoba umeboshi bisa menjadi pengalaman yang menarik. Dengan ini dapat dikatakan bahwa Umeboshi, Plum Jepang Legendaris Wajib Coba.